“Janji yang Tergenapi: Dr. Pamela Phelps, Tokoh di Balik Metode BCCT, Kembali ke Jakarta Menemui Komunitas Pendidik Indonesia”

Setelah kunjungan terakhir di 2019, Dr. Pamela hadir kembali membawa serta sang suami, Bapak John, untuk menyaksikan langsung perkembangan pendidikan anak usia dini di tanah air.

artikel, Berita, kegiatan60 Dilihat

JAKARTA (11/4/26) – Kerinduan komunitas pendidik anak usia dini di Indonesia akhirnya terobati. Dr. Pamela Phelps, tokoh utama di balik metode Beyond Centers and Circle Time (BCCT), kembali menginjakkan kaki di tanah air. Dalam rangkaian acara yang berlangsung mulai dari 11 hingga 14 April 2026, kehadiran beliau disambut hangat komunitas pendidik  dari berbagai daerah yang hadir dengan penuh antusias.

Kegiatan konferensi dan pelatihan ini dilaksanakan secara intensif di dua lokasi utama, yakni Hotel Le Meridien, Jakarta dan Sekolah Al Falah. Kehadiran Dr. Pamela di kedua tempat tersebut memberikan kesempatan bagi para peserta untuk mendalami filosofi pendidikan langsung dari sumbernya.

Kunjungan ini terasa sangat spesial, mengingat terakhir kali ia berkunjung pada 2019 dan sempat mengira itu adalah perjalanan terakhirnya ke Indonesia. Namun, berkat bujukan Ibu Wismi, Dr. Pamela akhirnya memutuskan untuk kembali. Kali ini, ia tidak datang sendiri. Ia mengajak serta Bapak John, pendamping hidupnya selama 50 tahun yang ia sebut sebagai sahabat terbaiknya. Pamela ingin menunjukkan secara langsung kepada Bapak John betapa luar biasanya komunitas pendidikan yang telah ia bina di Indonesia selama lebih dari 25 tahun.

Sejarah yang Bersemi dari Sebuah Impian

Dedikasi Dr. Pamela di Indonesia berawal dari pertemuan bersejarah puluhan tahun lalu. Saat itu, Ibu Wismi mengunjungi Creative Pre-School, pusat pengembangan pendidikan yang dipimpin Pamela, dan terinspirasi untuk mendirikan sekolah serupa di Jakarta. Sejak saat itu, hubungan keduanya berkembang menjadi kolaborasi besar yang mengubah wajah pendidikan anak usia dini di Indonesia melalui pendekatan BCCT.

Sistem Otak: Antara Bertahan Hidup dan Belajar

Selama rangkaian kunjungan tersebut, Dr. Pamela kembali menekankan pemahaman mendalam tentang mekanisme otak sebagai landasan mendidik. Ia menjelaskan bahwa seorang anak tidak akan bisa belajar di bawah tekanan atau ancaman.

“Ketika berada pada tahap ‘batang otak’, yang bisa dilakukan anak hanyalah bertahan hidup—menghindar, lari, atau terdiam. Dalam kondisi ini, mereka tidak bisa berpikir, hanya bereaksi,” jelasnya. Perilaku yang muncul dalam kondisi tertekan hanyalah upaya otak untuk bertahan hidup.

Sebaliknya, proses belajar baru akan terjadi ketika anak merasa dicintai dan aman. Saat anak melihat senyuman dan penerimaan yang hangat, “otak mereka akan terbuka”. Pada saat itulah kemampuan berpikir, menganalisis, kreativitas, hingga kemampuan bahasa dapat berkembang secara maksimal. Intinya sederhana: anak tidak belajar dengan tekanan; mereka belajar ketika merasa aman dan disayangi.

Peran Krusial Pendidik sebagai Pendukung

Pesan ini menegaskan bahwa selain keluarga, guru memegang peran krusial sebagai sistem pendukung. Pendidik adalah sosok yang bertanggung jawab menciptakan lingkungan yang membuat otak anak tetap “terbuka” untuk belajar. Guru memberikan dampak langsung terhadap bagaimana sistem saraf anak merespons dunia di sekitarnya.

Pesan Haru untuk Guru Indonesia

Menutup rangkaian pertemuan tersebut, Dr. Pamela menyampaikan apresiasi mendalam yang menyentuh hati para peserta. Ia mengungkapkan bahwa berbagi ilmu dengan para pendidik di Indonesia adalah sebuah kebahagiaan besar baginya.

“Dari seluruh pelatihan yang saya berikan di berbagai belahan dunia, pendidik di Indonesia adalah yang terbaik dan paling fokus,” ungkapnya di hadapan puluhan guru yang hadir.

Ia mengingatkan bahwa materi ini perlu dipikirkan secara mendalam dan terus dipelajari melalui literatur. Dr. Pamela meyakini bahwa kolaborasi antar-guru di sini akan membantu memperkuat pemahaman tersebut, memastikan semangat mendidik dengan kasih sayang tetap terjaga meskipun ia harus kembali ke kediamannya di Florida. (Hs)

Berbagi informasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *