Al Husnayain

Proses Belajar Mengajar

Proses belajar mengajar yang dilakukan sebuah institusi pendidikan mempunyai 3 sasaran, yaitu :

1. Berpusat pada kegiatan pengajar

Pada pola ini pengajar mendemonstrasikan segala bentuk pengajaran dan materi kepada siswa, sehingga siswa mampu memahami materi dengan cepat. Disini guru mempunyai peranan yang sangat dominan dalam kegiatan belajara mengajar.

2. Berpusat pada bahan pengajaran

Dengan pola ini pengajar berusaha menjelaskan materi atau pokok bahasan dengan memanfaatkan media elektonika (Tape Recorder, OHP atau In-focus), sehingga siswa mempunyai nuansa yang lain dalam belajar.

3. Berpusat pada kegiatan anak didik

Sedangkan dalam pola ini siswa aktif mencoba dalam setiap pembelajaran, sehingga daya nalar siswa selain cepat juga mempunyai daya tahan yang lama. Sekolah akan memadukan ketiga jenis sasaran dalam proses belajar mengajar di atas.

Dengan memadukan ketiga sasaran di atas, akan memiliki beberapa kelebihan, antara lain:

  • Siswa didorong untuk menemukan sendiri dalam mencari ilmu, dengan demikian ilmu lebih mudah difahami, dihayati dan lebih lestari tertanam.
  • Menghindari stress pada siswa, yang dampaknya siswa akan merasa tertekan dan menimbulkan kebosanan dalam belajar.
  • Memberikan keleluasaan kepada guru untuk selalu berimprovisasi dan mengembangkan kreativitas dalam dunia pendidikan.
  • Timbulnya kedekatan, keakraban dan kehangatan hubungan antara guru dengan siswa, karena dalam kegiatan belajar mengajar guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan serta dengan aktif.

Adapun proses belajar mengajar yang diterapkan adalah:

  • Memberi peluang sebesar-besarnya bagi siswa untuk menemukan sendiri ilmu pengetahuan yang perlu diketahuinya. Kegiatan belajar mengajar berorientasi pada proses (active learning).
  • Memberikan porsi yang cukup pada praktek(hands on learning) untuk memperkuat metode instruksional klasikal.
  • Memanfaatkan lingkungan-hidup secara maksimal sebagai medium dalam belajar.
  • Menekankan pada partisipasi dan prestasi dalam kegiatan intern dan ekstern sekolah.
  • Membuat proses belajar mengajar, yang selama ini cenderung teacher oriented, menjadi student oriented. Guru berfungsi sebagai fasilitator yang mengembangkan potensi dasar yang dimiliki siswa.
  • Mengembangkan lingkungan belajar mengajar yang menyenangkan dan demokratis, yang dilandasi kecintaan timbal balik antar guru dan siswa.
  • Meringkaskan, memadatkan, dan jika perlu menambahkan materi kurikulum, demi mendapatkan masa belajar mengajar yang lebih panjang , efesien dan efektif.
  • Menekankan penguasaan materi bukan hanya secara kognitif saja, melainkan juga secaraafektif dan psikomotorik. Ini didapat lewat training-training, work-shop yang dilakukan sejak dini. Sehingga penilaian tidak semata-mata dilakukan melalui tes tertulis, melainkan dari penghayatan dan praktek.

Kalender

« December 2017 »
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
        1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31
You are here: Home Proses Belajar Mengajar